Home / Berita Umum / Aktivis Robertus Robet Ditetapkan Jadi Tersangka Karena Diduga Hina TNI

Aktivis Robertus Robet Ditetapkan Jadi Tersangka Karena Diduga Hina TNI

Aktivis Robertus Robet Ditetapkan Jadi Tersangka Karena Diduga Hina TNI – Aktivis Robertus Robet diputuskan menjadi terduga masalah ajaran kedengkian. Robet disangka lakukan penghinaan pada TNI.

“Di hari Rabu, 6 Maret 2019 jam 00:30 WIB sudah dikerjakan Penangkapan pada aktor pendapat tindak pidana penghinaan pada penguasa atau tubuh umum yang berada di Indonesia,” tutur Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (7/3/2019).

Robet disangka memplesetkan mars ABRI waktu tindakan Kamisan di muka Istana. “Lakukan orasi saat demo di Monas persisnya depan Istana dengan lakukan penghinaan pada institusi TNI,” kata Dedi.

Polisi belumlah tahu motif Robet disangka lakukan ajaran kedengkian. Robet sekarang ini masih tetap ada di Mabes Polri untuk melakukan kontrol.

Robet disangka melanggar Masalah 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomer 1 tahun 1946 mengenai ketentuan Hukum Pidana serta/atau Masalah 207 KUHP berkaitan tindak pidana sebarkan info yang ditunjukan untuk memunculkan perasaan kedengkian atau permusuhan individu dana tahu grup penduduk spesifik berdasar pada atas suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA), serta/atau Berita bohong (hoaks), serta/atau penghinaan pada penguasa atau tubuh umum yang berada di Indonesia.

Penentuan terduga Robet bermula dari beredarnya video waktu dia berorasi di muka Istana. Dalam video itu, Robet terlihat mengatakan:

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Tidak bermanfaat
Bubarkan saja
Ditukar Menwa
Jika butuh ditukar pramuka

Selang beberapa saat, Robet lakukan klarifikasi atas video yang tersebar. Robet menyatakan tidak mengejek TNI.

“Menjadi dosen saya ketahui persis usaha reformasi yang telah dikerjakan TNI serta dalam beberapa hal memberikan pujian pada serta memberikan animo usaha reformasi yang dikerjakan TNI yang semakin maju dibanding yang lain,” kata Robet dalam video klarifikasinya yang tersebar.

About admin